-->

Daerah Yang Menjadi Kampung Kaligrafi Di Indonesia

Kampung Kaligrafi, ya pada kesempatan kali ini saya akan mecoba memaparkan beberapa tempat di Indonesia yang daerahnya menjadi Kampung Kaligrafi.

Kita tahu jika kita melihat Negara Indonesia yang kita singgahi merupakan salah satu negara yang umat islamnya paling besar di dunia.


Jadi bisa saya simpulkan secara ngawur, mungkin Indonesia adalah salah satu negara dengan penghasil kaligrafi terbesar di dunia.

Makanya jika kita mau berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia pasti kita akan menemukan penjual kaligrafi yang insa Allah juga sebagai produsen kaligrafi di daerah tersebut.

Namun dari banyak tempat di Indonesia yang memproduksi kaligrafi, masih belum banyak yang berani ataupun belum waktunya untuk mengeklain tempatnya sebagai Kampung Kaligrafi.

Sejauh ini saya hanya bisa menemukan dua daerah yang sudah dengan terang terangan menyebut daerahnya sebagai Kampung Kaligrafi, bahkan sudah di liput oleh berbagai media besar, seperti Kompas dan lain sebagainya.

Baca Juga : Sesepuh Kaligrafi Dunia Ibnu Muqlah

Baiklah saudaraku langsung saja, untuk kampung Kaligrafi yang akan saya bahas pertama berada di daerah Bondowoso Jawa Timur, tepatnya di Desa Penanggungan Kecamatan Maesan.

Kampung Kaligrafi ini mulanya berawal dari inisiatif bapak Ahmad Zubairi setelah memutuskan untuk pulang dari Yogyakarta pada bulan Juli tahun 2018 lalu, karena sudah begitu lama tinggal di sana.

Ketika melihat orang orang di sekitarnya banyak menguasai dan menekuni dalam bidang kerajinan kayu, bapak Ahmad Zubairi berinisiatif untuk memndirikan Kampung Kaligrafi.

Kemudian bapak Ahmad mengumpulkan warga sekitar yang menekuni bidang kerajinan kayu tersebut, dan menyampaikan keinginanya tersebut.

Setelah selesai mempresentasikan keinginanya untuk membuat Kampung Kaligrafi, semua warga menanggapinya dengan positif , dan semuanya sepakat untuk mendirikan kampung Kaligrafi.

Bahkan Kampung Klaigrafi ini menjadi salah satu destinasi wisata baru yang ada di Kabupaten Bondowoso.

Karena di kampung ini saudara bisa menyaksikan langsung bagaimana proses pembuatan kaligrafi, dari awal sampai tahap finishing.

Saudara selain ingin hanya sekedar berkunjung juga bisa sekaligus belajar, praktek membuat kaligrafi sesuai desain yang saudara minati dengan di bimbing oleh mentor mentor yang sudah menguasai.

Itulah mengapa Kampung Kaligrafi tersebut lebih di kenal sebagai wisata edukatif, karena mengajarkan langsung kepada para pengunjung mulai dari mendesain sampai tahap pembuatan.

Sehingga wisatawan yang hadir bisa mengetahui secara langsung merasakan bagaimana tingkat kesulitan cara membuat kaligrafi di Kampung Kaligrafi tersebut.

Bahan baku yang di gunakan untuk membuat kaligrafi terbilang sangat ramah lingkungan, karena menggunakan bahan bekas yang tidak di gunakan lagi.

Mulai dari pelapah pisang yang sudah kering, bekas kulit kacang tanah, serta kayu kayu yang sudah tidak di gunakan lagi karena termakan rayap.

Hasil karya kaligrafi  warga setempat biasanya di jual dengan harga yang berfariatif, melihat tingkat kesulitan pembuatanya, mulai dari harga 100 ribu sampai yang paling mahal yaitu 6 juta Rupiah.

Alhamdulilah dari hasil penjualan kaligrafi tersebut tingkat pendapatan masyarakat setempat menjadi semakin meningkat.

Demikian di atas adalah Kampung Kaligrafi yang berada di Kabupaten Bondowoso, yang mungkin bisa di jadikan rujukan wisata sekaligus belajar di sana bagi saudara penikmat kaligrafi.

Kemudian Kampung Kaligrafi yang berikutya berad di daerah Jawa Tengah, tepatnya di Desa Undaan Lor Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus.



Daerah yang kedua ini tidak hanya membranding kampungnya sebagai Kampung Kaligrafi tapi juga Kampung Internet.

Alasan kenapa daerah tersebut menjadi kampung kaligrafi pastinya karena di daerah tersebut banyak warga desa serta santri yang memproduksi kaligrafi.

Seorang maestro kaligrafi Muhammad Assyry yang juga merupakan pendiri Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi Al-Quran ( PSKQ ), Mampu memberdayakan perekoniman masyarakat sekitar dari penjualan kaligrafi.

Jadi wajar kalau daerah tersebut menyandang gelar kampung kaligrafi, karena hampir pendapatan perekoniman masyarakat sana bergantung pada penjualan kaligrafi.

Sedangakan sebutan kampun internet itu sendiri menjadi gelarnya, karena penjualan kaligrafinya sudah berbasis online melalui website yang di kelola oleh masyarakat setempat juga.

Sesuai dengan sumber yang saya baca dari Radar Kudus pesanan kaligrafi sudah menembus luar kota berkat adanya wesite tersebut.

Khususnya kerajinan kaligrafi ukir yang di kelola oleh bapak Heru Suprayitno, yang mana kerajinan ukir tersebut sudah tidak begitu di minati oleh masyarakat setempat mulanya.

Pada mulanya masyarakat setempat memang banyak yang memproduksi kaligrafi ukir, namun semakin lama semakin berkurang karena hanya bapak Heru yang bertahan.

Berkat kesabaran dan ketekunan beliau, sekarang dia banjir orderan dari berbagai kota di indonesia, sehingga menjadikan warga sekitar kembali lagi aktif mengukir kaligrafi.

Hal tersebut juga mendapatkan perhatian serta dukungan dari karang taruna serta pemerintah desa setempat.

Dan berkat adanya kampung Kaligrafi tersebut banyak sekali bermunculan kaligrafer kaligrafer handal yang berasal dari berbagai daerah, sehingga mereka bisa mengembangkan keahlianya di aderah masing masing.

Serta juga bisa menjadi tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bahakn ada juga yang menjadi penghasilan utama dari penjualan kaligrafi di daerah masing masing.

Dari kedua daerah di atas kita belajar bahwasnya yang namanya kesukaan atau hobi bisa di jadikan sebagai suber penghasilan.

Jadi mungkin bagi saudara yang masih belum percaya kalau keahlian kaligrafi bisa di jadikan sumber penhasilan, saudara bisa langsung mempraktikannya, intinya yang terpenting sabar dan tekun.

Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga yang sedikit ini bisa di jadikan referensi saudara untuk lebih giat lagi mempelajari kesenian kaligrafi selalu berusaha keras mencapai cita cita yang di harapkan.

Baca Juga : Kaya Raya Dari Jualan Kaligrafi

0 Response to "Daerah Yang Menjadi Kampung Kaligrafi Di Indonesia"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Bawah Artikel